Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. A-Taubah:111

   

<< December 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Wednesday, December 01, 2004
Sholat...

Makna Shalat…

Kata shalat dalam bahasa Arab merupakan sebuah ungkapan yang mempunyai makna dan cita rasa yang sangat tinggi sebagai anugerah Allah yang terbesar bagi umat manusia. Shalat, baik bentuk maupun ucapannya, merupakan pencapaian evolusi tertinggi dari usaha panjang manusia dalam rangka pencarian kesejatian fitrah dirinya. Banyak sudah usaha manusia untuk menyingkap kepada siapa sebenarnya (hakikinya) diri ini harus bersandar, harus bermohon, harus berharap, harus kembali, harus segala-galanya…. Praktek-praktek ibadah dan penyandaran diri penganut agama-agama besar dunia ataupun hanya sekedar kepercayaan seorang petani kecil sederhana dibalik bukit ketidaktahuannya tak lain hanyalah bagian sejarah tak terpisahkan dari usaha panjang pencarian manusia akan ujung penciptaannya. Tapi syukurlah, perjalanan panjang itu sepertinya diakhiri oleh Allah lewat sebuah bentuk penghambaan dan pemujaan yang sangat sederhana, yaitu shalat. Shalat adalah titik akhir perjalanan itu. Karena shalat itu sendiri adalah hasil dan oleh-oleh dari ujung perjalan Rasululllah saat bertemu dan berjumpa dengan Tuhan tatkala beliau di isra’kan dan di-mi’raj-kan oleh Tuhan.

Dalam surat Al Baqarah ayat 45 diatas, Allah secara terus terang dan lugas menyatakan bahwa sabar dan shalat adalah dua sarana tertinggi manusia untuk minta hidayah, minta pertolongan, minta petunjuk kepada-Nya. Disini Allah secara tegas menyatakan bahwa shalat semata-mata hanyalah kebutuhan esensial kita saja. Shalat itu bukanlah sebuah kewajiban manusia untuk menyembah Allah karena ketakutan kita terhadap siksa-Nya. Dengan shalat, kita dibawa kepada kesadaran bahwa pertolongan dan petunjuk dari “selain Allah” (baca ciptaan-Nya) dalam bentuk apapun menjadi sangat kecil dan tidak berarti apa-apa. Bagaimana bisa ciptaan-Nya tersebut memberikan pertolongan kepada kita, bahkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tidak mampu.

Akan tetapi, ada apa gerangan hambatan-hambatan dalam shalat itu, sehingga Allah dari awal sudah menyampaikan peringatan dini-Nya, “hati-hati kalian wahai manusia, karena shalat itu adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit (lakabiiratun) untuk dilaksanakan”. Namun sayang sekali bahwa sangat sedikit kita yang peduli dengan peringatan dini Allah ini. Karena memang kalau dilihat sepintas lalu, apa susahnya sih shalat itu. Bentuk gerakan-gerakannya, seperti berdiri, rukuk, sujud, dan duduk sudah jelas. Baca-bacaannya tinggal dihapal dan dibaca, baik dengan dimengerti artinya atau tidak. Oleh sebab itu sebagian besar kita dengan gampang mengabaikan saja peringatan dini Allah itu, kecuali bagi orang-orang sadar dan sensitif.

Orang yang sentitif akan selalu bertanya-tanya, saat shalatnya tidak membuahkan hasil yang diharapkan seperti yang dijelaskan di dalam Al Qur’an. Saat mana dia tidak merasakan bahagia, tidak fresh, tidak tenang sehabis melaksanakan shalat, walaupun shalatnya sudah berulang-ulang kali, maka saat itu akan muncul pertanyaan-pertanyaan dan penyesalan di relung hatinya. Kenapa realitas shalat berbeda antara harapan dengan kenyataan..??. Ada apa gerangan yang salah dalam shalat saya…??. Anasir apa yang menyebabkan tidak benarnya shalat saya ini…??. Lalu sampai kemana pun orang-orang ini akan berusaha mencari dan mencari obat agar shalatnya menjadi sebagaimana mestinya.

Carilah Shalat Khusyu’, sebuah sarana untuk mencapai the ultimate fresh maker yang mencengangkan. Wassalam Deka


Posted at 06:46 pm by Hud-Hud

Name ANTO
October 17, 2007   03:18 PM PDT
 
Bagus tulisannya, seperti sebuah renungan panjang yang melelahkan dan menemukan sebuah makna yang tinggi. Sungguh puas dan menyenangkan bagi orang yang menemukan makna dalam sebuah perjalanannya. Shalat bukan hanya gerakan fisik saja, tetapi juga disertai dengan konsentrasi dan kepasrahan batin. Gerakan fisik mudah, tapi konsentrasi dan kepasrahan batin yang susah dan berat. Di sisi lain ada yang berat juga, yaitu kemauan untuk melaksanakan shalat.
nabila mom
December 3, 2004   09:46 AM PST
 
ngomongin shalat jadi malu, tadi pagi sempat mau kesiangan shalat subuh, untung ayahnya Nabil bangunin :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry